Selasa, 13 Desember 2016

Kompetensi Guru

Kompetensi yang Wajib Dimiliki oleh Seorang Guru



Suasana pembelajaran di kelas


Apa itu kompetensi?
Johnson menyatakan, "Competency as rational performance which satisfactirily mees the objective for a desired condition" (Charles E. Johnson, 1974). Dengan demikian, suatu kompetensi ditunjukkan dengan penampilan atau unjuk kerja yang dapat dipertanggungjawabkan (rasional) dalam upaya mencapai suatu tujuan.

Menurut Permendiknas No. 16 Tahun 2007, seorang guru wajib memiliki 4 kompetensi, yaitu:


1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak, sedangkan pembelajaran yang mendidik meliputi kemampuan merancang pembelajaran, mengimplementasikan pembelajaran, menilai proses hasil pembelajaran, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. 

Kompetensi pedagogik guru mencakup:
- Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, cultural, emosional, dan intelektual,
- Menguasai teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik,
- Mengembangkan kurikulum yang terkait mata pelajaran yang diampu,
- Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik,
- Memanfaatkan TIK untuk kepentingan pembelajaran,
- Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik,
- Berkomunikasi efektif, empatik, dan santun ke peserta didik, dan
- Menyelenggarakan penilaian evaluasi proses dan hasil belajar.
- Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, cultural, emosional, dan intelektual - Menguasai teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik. - Mengembangkan kurikulum yang terkait mata pelajaran yang diampu. - Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik - Memanfaatkan TIK untuk kepentingan pembelajaran. - Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik. - Berkomunikasi efektif, empatik, dan santun ke peserta didik. - Menyelenggarakan penilaian evaluasi proses dan hasil belajar.

Sumber :http://www.kampus-info.com/2012/05/4-kompetensi-guru.html

2. Kompetensi Kepribadian

Guru seringkali dianggap sebagai sosok yang ideal yang dapat dijadikan contoh dan teladan. Oleh karena itu, seorang guru harus memiliki kompetensi kepribadian yang baik, diantaranya:
- Kemampuan yang berhubungan dengan pengamalan ajaran agama yang dianutnya,
- Kemampuan untuk menghormati dan menghargai antarumat beragama,
- Mengambangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru, misalnya sopan santun dan tata krama, dan
- Bersifat demokratis dan terbuka terhadap pembaruan dan kritik.

3. Kompetensi Sosial 

Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan guru segai anggota masyarakat dan makhluk sosial, meliputi:
- Kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional,
- Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan, dan
- Kemampuan untuk menjalin kerjasama, baik secara individual maupun kelompok.

4.  Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional adalah kemempuan yang berhubungan dengan penyelesaian tugas-tugas keguruan, di antaranya:
- Kemampuan menguasai lendasan pendidikan,
- Pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan,
- Kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran,
- Kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran,
- Kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumberr belajar,
- Kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran,
- Kemampuan dalam menyusun program belajar,
- Kemampuan melaksanakan unsur-unsur penunjang, dan
- Kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan kinerja.


 Selanjutnya, dalam rancangan keputusan pemerintah, setiap kompetensi dijelaskan sebagai berijkut:

1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik guru merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi:
a. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan
b. Pemahaman terhadap peserta didik
c. Pengambangan kurikulum/silabus
d. Perencanaan pembelajaran
e. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
f. Pemanfaatan teknologi pembelajaran
g. Evaluasi hasil belajar
h. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan bebagai potensi yang harus dimilikinya.

2. Kompetensi Kepribadian

ekurang-kurangnya mencakup (1) berakhlak mulia, (2) arif dan bijaksana, (3) mantap, (4) berwibawa, (5) stabil, (6) dewasa, (7) jujur, (8) mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, (9) secara objektif mengevaluasi kinerja sendiri, dan (10) mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan..... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2013/05/kompetensi-guru.html
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
Kompetensi pribadi kurang-kurangnya mencakup:
a. berakhlak mulia,
b. arif dan bijaksana,
c. mantap,
d. berwibawa,
e. stabil,
f. dewasa,
g. jujur,
h. mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat,
i. secara objektif mengevaluasi kinerja sendiri, dan
j. mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan. 

3. Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat, sekurang-kurangnya meliputi:
a. berkomunikasi lisan, tulisan, dan/atau isyarat,
b. menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional,
c. bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua/wali peserta didik,
d. bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku, dan
e. menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan dan semangat kebersamaan

4. Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu, teknologi, dan/atau seni yang sekurang-kurang meliputi penguasaan:
a. materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampunya, dan 
b. konsep-konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampu.





Sumber referensi:
http://www.m-edukasi.web.id/2013/05/kompetensi-guru.html
http://www.kampus-info.com/2012/05/4-kompetensi-guru.html
http://zeidel.blogspot.co.id/2013/03/kompetensi-pedagogik.html

Sabtu, 22 Oktober 2016

EMPAT PENDEKAR GAIB SUNAN KALIJAGA

EMPAT PENDEKAR GAIB SUNAN KALIJAGA


Siang dan malam keempat pendekar gaib ini setia menunggu kita. Saat genting dan bahaya, dia menyeret kita ke tempat yang aman. Saudara penjaga gaib ini bukan jin bukan pula gendruwo.
Semakin lama belajar ajaran-ajaran leluhur Jawa, kita akan semakin terkagum-kagum pada para nenek moyang. Ilmu yang mereka ajarkan tidak bertentangan dengan agama, bahkan sesuai dan memperkaya pemahaman agama yang kita anut.
Sayangnya banyak yang masih memandang sebelah mata ajaran para leluhur Jawa ini. Bahkan ada yang menuduhnya sebagai syirik, khurofat dan takhayul. Para penuduh ini mungkin lupa, bahwa ajaran Jawa disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami orang Jawa. Memang, para leluhur kita kadang tidak fasih melafalkan kata-kata Arab. Para leluhur ini juga orang yang masih gagap iptek. Namun, jangan salah sangka dulu.
Dari segi kebijaksanaan, ngelmu batin dan olah rasa para nenek moyang kita dulu bisa diandalkan. Mereka adalah para waskita yang mampu membangun candi Borobudur, Prambanan dan mampu membuat sebuah bangunan dengan ketepatan geometris dan geologis. Tidak kalah oleh nenek moyang bangsa Mesir yang mampu membangun piramida, atau nenek moyang suku Inca, bangsa Peru yang bisa membangun Manchu Picchu.
Saat agama Islam masuk ke nusantara, sementara di Jawa saat itu sudah berkembang agama Hindu, Budha dan berbagai kepercayaan animisme, dinamisme, politeisme. Islam melebur secara pelan dan damai, berasimilasi serta berosmosis tanpa pertumpahan darah. Islam agama damai dan tidak memaksa. Orang Jawa bersifat pasrah, sumeleh, sumarah, ikhlas dan mengandalkan rasa pangrasa. Jadi? Klop sudah!
Bagi orang Jawa, masuknya Agama Islam yang kaya dengan aspek kebatinan (tasawuf) sangatlah tepat. Orang Jawa pun tidak kebingungan dengan ajaran-ajaran mistik yang ada di dalamnya. Namun orang Jawa berhasil menyederhanakan ajaran-ajaran mistik ini dengan terminologi dan kalimat-kalimat sederhana dan mudah dimengerti. Harap maklum saja, orang Jawa dulu mayoritas hidup di pedesaan yang sederhana dan tidak banyak berwacana ilmiah.
Salah satu ajaran Kejawen yang membahas tentang adanya malaikat pendamping hidup manusia adalah SEDULUR PAPAT LIMO PANCER. Pancer adalah tonggak hidup manusia yaitu dirinya sendiri. Diri kita dikelilingi oleh empat makhluk gaib yang tidak kasat mata (metafisik). Mereka adalah saudara yang setia menemani hidup kita. Mulai dilahirkan di dunia hingga kita nanti meninggal dunia menuju alam barzakh (alam kelanggengan).
Sebelum hadirnya agama Islam, orang Jawa tidak memahami konsep malaikat. Maka mereka menyebut malaikat penjaga manusia dengan sedulur papat. Konsep “sedulur papat” ini oleh orang Jawa ditamsilkan melalui sebuah pengamatan/niteni.
Mulai saat janin tumbuh di perut ibu, janin dilindungi di dalam rahim oleh ketuban. Selanjutnya adalah ari-ari, darah dan pusar. Itulah saudara manusia sejak awal dia hidup dan selanjutnya “empat saudara” ini kemudian dikubur. Namun orang Jawa Percaya bahwa “empat saudara” ini tetap menemani diri manusia hingga ke liang lahat.
Karena Air Ketuban adalah yang pertama kali keluar saat ibu melahirkan, orang Jawa menyebutnya SAUDARA TUA. Saudara ini melindungi jasad fisik dari bahaya. Maka ia adalah SANG PELINDUNG FISIK.
Selanjutnya yang lebih MUDA adalah ari-ari, tembuni atau plasenta. Pembungkus janin dalam rahim. Ia melingkupi tindakan janin dalam rahim yang kemudian mengantarkan kita ke tujuan. Maka ia adalah SANG PENGANTAR.
Saudara kita selanjutnya adalah DARAH. Darah ini membantu janin kecil untuk tumbuh berkembang menjadi bayi lengkap. Darah adalah SARANA DAN WAHANA IRADAT-NYA pada manusia. Darah bisa disebut nyawa bagi janin. Maka, darah disebut dengan PEMBANTU SETIA MANUSIA MENEMUKAN JATI DIRINYA SEBAGAI HAMBA TUHAN, CERMIN TUHAN (Imago Dei).
Saudara gaib kita terakhir adalah pusar. Menurut pemahaman Kejawen, pusar adalah NABI. Pusar secara biologis adalah tali yang menghubungkan perut bayi dalam rahim dan ari-ari. Pusar mendistribusikan makanan yang dikonsumsi ibu ke bayi. Pusar dengan demikian MENDISTRIBUSIKAN WAHYU “IBU” MANUSIA yaitu Gusti Allah SWT kepada diri kita.
Keempat saudara gaib ini sesungguhnya adalah EMPAT MALAIKAT PENJAGA manusia. Yang berada di kanan-kiri, depan-belakang kita. Maka, tidak salah bila Anda menyapa dan bersahabat akrab dengan mereka. Secara gaib, Tuhan mmeberikan pengajaran tidak langsung kepada hati kita. Namun melalui mereka pengajaran itu disampaikan.
Keempat penjaga (malaikat) itu adalah:
JIBRIL (Penerus informasi Tuhan untuk kita),
IZRAFIL (Pembaca Buku Rencana Tuhan untuk kita),
MIKAIL (Pembagi Rezeki untuk kita) dan
IZRAIL (Penunggu berakhirnya nyawa untuk kita).
Keempat malaikat itu oleh orang Jawa dianggap sebagai SEDULUR karib hidup manusia. Bila kita paham bahwa perjalanan hidup untuk bertemu dengan Tuhan hakikatnya adalah perjalanan menuju “ke dalam” bukan “ke luar”. Perjalanan menembus langit ketujuh hakikatnya adalah perjalanan “diri palsu” menuju “diri sejati” dan menemukan SANG AKU SEJATI, YAITU DIRI PRIBADI/ TUHAN.
Untuk menemukan SANG AKU SEJATI (limo pancer) itulah kita ditemani oleh EMPAT SAUDARA GAIB/MALAIKAT PENUNGGU (sedulur papat). Lantas dimana mereka sekarang? Mereka sekarang sedang mengawasi Anda. Berdzikir mengagungkan asma-Nya. Kita bisa menjadikan mereka sedulur paling akrab bila paham bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka. Caranya? Pejamkan mata, matikan seluruh aktivitas listrik di otak kiri dan kanan dan hidupkan sang AKU SEJATI yang ada di dalam diri Anda. Ya, hanya diri sendirilah yang mampu untuk berkomunikasi dengan para sedulur gaib nan setia ini.
Bagaimana tidak setia, bila kemanapun kita berada disitu keempatnya berada. Bila kita berjalan, mereka terbang. Bila jasad kita tidur, mereka akan tetap melek ngobrol dengan ruh kita. Maka, saat bangun tidur di siang hari pikiran kita akan merasa fresh sebab ruh kita akan kembali menjejerkan diri kita dengan iradat-Nya. Sayang, saat waktu beranjak siang polusi nafsu/ego lebih dominan sehingga kebeningan akal pikiran semakin tenggelam.
Bagaimana agar hidup kita selalu ingat oleh kehadiran sedulur papat ini yang setia menjaga kita? Sunan Kalijaga memiliki kidung bagus:
Ana kidung akadang premati
Among tuwuh ing kuwasanira
Nganakaken saciptane
Kakang kawah puniku
Kang rumeksa ing awak mami
Anekakaken sedya
Pan kuwasanipun adhi ari-ari ika
Kang mayungi ing laku kuwasaneki
Anekaken pangarah

Ponang getih ing rahina wengi
Angrowangi Allah kang kuwasa
Andadekaken karsane
Puser kuwasanipun
Nguyu uyu sambawa mami
Nuruti ing panedha
Kuwasanireku
Jangkep kadang ingsun papat
Kalimane pancer wus dadi sawiji
Nunggal sawujudingwang
(Ada nyanyian tentang saudara kita yang merawat dengan hati-hati. Memelihara berdasarkan kekuasaannya. Apa yang dicipta terwujud. Ketuban itu menjaga badan saya. Menyampaikan kehendak dengan kuasanya. Adik ari-ari tersebut memayungi perilaku berdasar arahannya.
Darah siang malam membantu Allah Yang Kuasa. Mewujudkan kehendak-Nya. Pusar kekuasaannya memberi perhatian dengan kesungguhan untuk saya. Memenuhi permintaan saya. Maka, lengkaplah empat saudara itu. Kelimanya seagai pusat sudah jadi satu. Manunggal dalam perwujudan saya saat ini)
@.wongalus.2009

Sedulur Papat Lima Pancer

Keberadaan kita hidup di dunia ini tidak sendiri. Semenjak pertama kali kita diturunkan ke alam dunia lewat rahim ibu, Tuhan sudah menitahkan adanya penjaga-penjaga yang senantiasa mendampingi kita hidup di alam dunia. Dan sesuai dengan perintah Tuhan, para penjaga-penjaga itu dengan setia senantiasa berada di sekeliling kita. Bagi orang Jawa, khususnya orang yang memahami tentang Kejawen, adanya para penjaga tersebut
dikenal dengan sebutan “Sedulur Papat”. kesamaan antara ajaran Kejawen dan Islam tersebut yakni Kakang Kawah yang disebutkan
sebagai pembuka jalan si jabang bayi, itu di Islam dianggap sama dengan Jibril (Penyampai Wahyu). Malaikat Jibril lah yang Pembuka jalan bagi keselamatan sang bayi hingga lahir ke dunia.
Sedangkan Adhi Ari-ari yang disebut-sebut di dalam ajaran Kejawen, di dalam Islam dianggap sama dengan Mikail (Pembagi Rezeki). Karena lewat Ari- Ari itulah si jabang bayi dapat hidup dengan sari-sari makanan yang didapatkan dari seorang ibu.
Sementara Getih (darah) , bagi orang Kejawen, pada pemahaman orang Islam dianggap sama dengan keberadaan malaikat Izroil (pencabut nyawa). Buktinya, jika tidak ada darahnya, apakah
manusia bisa hidup? Yang terakhir adalah Puser. Dalam Pemahaman masyarakat Kejawen, Puser adalah sambungan tali
udara (napas) antara sang ibu dengan anaknya. Nah, pada pemahaman Islam, Puser ini dianggap sama dengan Isrofil (Peniup Sangkakala). Meniup sangkakala menjelang kiamat Qubro (kiamat Besar) adalah dengan napas.

Rabu, 16 Maret 2016

GURU DI NEGARA MAJU LEBIH KHAWATIR JIKA MURIDNYA TIDAK BISA MENGANTRI KETIMBANG TIDAK BISA MATEMATIKA

GURU DI NEGARA MAJU LEBIH KHAWATIR JIKA MURIDNYA TIDAK BISA MENGANTRI KETIMBANG TIDAK BISA MATEMATIKA
Seorang guru di Australia pernah berkata :
“Kami tidak terlalu khawatir anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai Matematika”. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
"Kenapa begitu?”
Jawabnya :
1. Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran di balik proses mengantri.
2. Karena tidak semua anak kelak menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak jadi penari, atlet, musisi, pelukis, dsb.
3. Karena semua murid sekolah pasti lebih membutuhkan pelajaran Etika Moral dan ilmu berbagi dengan orang lain saat dewasa kelak.
”Apakah pelajaran penting di balik budaya MENGANTRI ?”
”O banyak sekali.."
1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya jika ia mendapat antrian di tengah atau di belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal.
4. Anak belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain.
5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian.
7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
9. Anak belajar disiplin, teratur, dan menghargai orang lain
10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
11. Dan masih banyak pelajaran lainnya, silakan anda temukan sendiri..
FAKTANYA di Indonesia..
Banyak orang tua justru mengajari anaknya dalam masalah mengantri dan menunggu giliran, sebagai berikut :
1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
3. Ada orang tua yang memakai taktik/alasan agar dia/anaknya diberi jatah antrian terdepan, dengan alasan anaknya masih kecil, capek, rumahnya jauh, orang tak mampu, dsb.
4. Ada orang tua yang marah-marah karena dia atau anaknya ditegur gara-gara menyerobot antrian orang lain, lalu ngajak berkelahi si penegur.
5. Dan berbagai kasus lain yang mungkin pernah anda alami..
Yuk kita ajari anak-anak kita, kerabat dan saudara untuk belajar etika sosial, khususnya ANTRI..
Ingat, budaya SUAP dan KORUPSI juga dimulai dari ogah mengantri..

Hikmah buah buahan

Hikmah buah buahan
1. Jadilah seperti jagung,
jangan jambu monyet. Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya.
Artinya : Jangan suka pamer, yg mestinya di dalam biarkan tetap di dalam. Cukup kamu dan Tuhan yg tau.
2. Jadilah seperi pohon pisang.
Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati.
Artinya : Kesetiaan dalam pernikahan. Jgn selingkuh sana sini.
3. Jadilah seperti duren , jangan kedondong.
Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. Hmmm, beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri.
Artinya : Don't Judge a Book by The Cover.. jangan menilai orang dari luarnya saja.
4. Jadilah seperti bengkoang.
Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbinya isinya putih bersih.
Artinya : Jagalah hati jangan kau nodai. jagalah hati jangn kau kotori..
5. Jadilah tandan pete (petai), bukan tandan rambutan.
Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang, tidak seperti rambutan.. ada yang kecil ada yang gede.uniknya pete meski bau tetap di cari.
Artinya : Selalu adil dalam bersikap. Bermanfaat utk sesama meski banyak kekurangan.
6. Jadilah cabe
Makin tua makin pedas.
Artinya : Makin tua semakin bijaksana. Bukanya tua2 keladi.
7. Jadilah seperti buah manggis
Bisa ditebak isinya dari pantat buahnya.
Artinya : Jangan Munafik kalo jadi orang.
8. Jadilah seperti buah nangka
Selain buahnya, nangka memberi getah kepada penjual atau yg memakannya.
Artinya : Berikan kesan kepada semua orang (tentunya yg baik).
9. Jadilah seperti buah mangga
Meski ada kecutnya tapi ada jg manisnya. Artinya jgn terus hanyut dgn perbuatan dosa tapi lakukan perbuatan baik yg bisa kita lakukan. Biarpun kecil tapi tulus ikhlas.
10.Jadilah seperti Buah Dada
Lunak tapi enak, Selain itu bermanfaat buat anak, buat bapaknya juga.
Artinya : sikap lemah lembut tapi tdk kemayu, rendah hati tdk rendah diri, disegani teman maupun lawan.
moga bermanfaat

JANGANLAH KAU JADI "GELAS"... JIKA ENGKAU MAMPU MENJADI "DANAU"

JANGANLAH KAU JADI "GELAS"... JIKA ENGKAU MAMPU MENJADI "DANAU"
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Seorang Guru ( Mursyid ) Mendatangi Seorang Murid nya Ketika Wajahnya Belakangan ini selalu Nampak Murung...
Kenapa Kamu Selalu Murung, Nak..? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini..??
Ke mana perginya wajah syukurmu?" Sang Guru bertanya.
"Maaf Guru, Belakangan ini Hidup Saya Penuh Masalah. Sulit Bagi Saya untuk Tersenyum...Masalah Datang Seperti tak ada Habis-habisnya" Jawab Sang Murid Muda.
Sang Guru Tersenyum Sambil Berkata : "Ambil Segelas Air dan 2 Genggam Garam...lalu Bawalah Kemari. Biar Kuperbaiki Suasana Hatimu itu".
Si Murid pun Beranjak Perlahan Tanpa Semangat.. Ia laksanakan Permintaan Gurunya itu, lalu Kembali Lagi Membawa Gelas dan Garam sebagaimana yang Diminta.
"Coba ambil Segenggam Garam, dan Masukkan Ke Segelas air itu. Setelah itu coba Kamu Minum Airnya Sedikit" kata Sang Guru.
Si Murid pun Melakukannya...Wajahnya Kini Meringis karena Meminum Air Garam yang Asin itu.
"Bagaimanakah Rasanya?" Tanya Sang Guru
"Asin, dan Perut saya Jadi Mual" jawab si Murid dengan Wajah yg Masih Meringis.
Sang Guru Tersenyum Melihat Wajah Murid nya yang Meringis Keasinan itu.
"Sekarang Kamu Ikut Aku". Sang Guru Membawa Murid nya ke Danau dekat Tempat Mereka. "Ambil Garam yang Tersisa, dan tebarkan ke Danau"
Si murid Menebarkan Segenggam Garam yang Tersisa ke Danau itu, Tanpa Bicara. Rasa Asin di mulutnya Belum hilang. Ia ingin meludahkan Rasa Asin dari Mulutnya, Tapi Tak dilakukannya. Rasanya Tak Sopan Meludah di hadapan Gurunya itu, Begitu Pikirnya.
"Sekarang, coba Kamu Minum Air Danau itu" kata Sang Guru Sambil Mencari Batu yang cukup Datar untuk didudukinya, Tepat di pinggir Danau itu.
Si Murid Menangkupkan Kedua Tangannya, lalu Mengambil Air Danau, dan Membawanya ke Mulutnya lalu Meneguknya. Ketika Air yang dingin dan Segar Mengalir di tenggorokannya, Sang Guru Bertanya Kepada-Nya, "Bagaimana Rasanya?"
"Segar, Segar Sekali" Kata Si Murid Sambil Mengelap Bibirnya dengan Punggung tangannya. Tentu Saja, Danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Sudah pasti, air danau ini juga Menghilangkan Rasa Asin yang tersisa di mulutnya.
"Masihkah Terasa Rasa Garam yang Kamu Tebarkan Tadi?" Tanya Sang Guru.
"Tidak Sama Sekali", Kata si Murid sambil Mengambil Air dan Meminumnya lagi. Sang Guru Hanya Tersenyum Memperhatikannya & Membiarkan muridnya itu meminum air Danau tersebut Sampai Puas.
Berkata Sang Guru Setelah Murid nya Selesai Minum, "Segala masalah dalam Hidup itu Seperti Segenggam Garam. Tidak Kurang, Tidak Lebih. Hanya Segenggam Garam..!!
Banyaknya Masalah dan Penderitaan yang Harus Kamu alami Sepanjang Kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah Sesuai untuk dirimu.
Jumlahnya Tetap, Segitu-segitu Saja, Tidak Berkurang & Tidak Bertambah. Setiap Manusia yang lahir ke Dunia ini pun Demikian...
Tidak ada Satu Pun Manusia, Walaupun dia Seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah". Si murid Hanya Terdiam, Mendengarkan.
"Tapi Rasa Asin dari Penderitaan yang dialami itu sangat Tergantung dari Besar nya Hati yang Menampungnya.
Jadi, Supaya Tidak Merasa Menderita, Berhentilah jadi gelas. Jadikan hati Dalam Dadamu itu Jadi Sebesar Danau"
Jadikanlah "HATI KITA SELUAS SAMUDERA" Yang Dapat Menampung Semua Masalah Baik Besar Maupun Kecil.. Sehingga Tidak Akan Terlihat dan terasa lagi Oleh Diri Kita Maupun Org Lain..
Semoga Bermanfaat..
Aamiin Allahumma aamiin.

40 FAKTA UNIK TUBUH MANUSIA

40 FAKTA UNIK TUBUH MANUSIA
Tubuh manusia menyimpan berbagai misteri yang sangat mengagumkan, meski kadang terlihat tidak masuk akal. Setidaknya ada 40 fakta dari tubuh manusia yang belum banyak diketahui dan terbilang aneh. Berikut adalah 40 fakta aneh tentang tubuh manusia yaitu:
1. Dalam tubuh manusia, sekitar 3 juta sel mati setiap menit.
2. Rata-rata orang kehilangan 40 hingga 100 helai rambut setiap harinya.
3. Partikel debu yang ditemukan di rumah sebagian besar berasal dari kulit mati tubuh manusia
4. Otak relatif lebih aktif pada malam hari dalam satu hari
5. Otak terdiri dari 80 persen air
6. Otak manusia mampu menangkap 20 juta informasi dalam 1 detik.
7. Bila kita merasa kesal, maka otak dan tubuh kita bereaksi keras dan bekerja ekstra sehingga menghasilkan zat-zat kimia dan hormon yang dapat menghasilkan air mata.
8. Setelah tiga minggu berlibur, IQ kita dapat berkurang hingga 20 persen.
9.Otot paling kuat dalam tubuh manusia adalah lidah
10. Bila kita tersenyum, kita menggunakan 10 otot di muka kita, namun jika kita cemberut membutuhkan 17 otot untuk menggerakkannya.
11. Untuk mengambil satu langkah, tubuh manusia menggunakan sekitar 200 otot.
12. Untuk menghasilkan suara ketika berbicara digunakan sekitar 72 otot
13. Mata dan hidung selalu tumbuh, tapi mata tetap dengan ukuran yang sama dari awal.
14. Mata berkedip 15.000 kali dalam sehari
15. Mata kita berkedip setiap 2-10 detik? Sementara Anda memusatkan perhatian pada setiap kata dalam kalimat ini, mata Anda bergerak maju mundur 100 kali dalam sedetik, dan dalam setiap detik retina melakukan 10 milyar kalkulasi seperti komputer
16. Gerak mata, ke arah kiri dapat membantu daya ingat yang berkaitan dengan warna.
17.Manusia pasti akan memejamkan mata saat bersin.
18. Kecepatan bersin dapat mencapai sekitar 250 kilometer per jamnya.
19.Semua fungsi tubuh berhenti ketika Anda bersin termasuk jantung, selama sekitar satu detik
20. Sel telur perempuan adalah sel terbesar dalam tubuh dan sperma laki-laki adalah sel terkecil
21. Ada sekitar 1 triliun bakteri ditemukan pada masing-masing kaki
22. Saat terlalu banyak makan, kemampuan pendengaran manusia menjadi berkurang
23. Kotoran telinga lebih banyak disekresikan oleh tubuh saat orang merasa takut
24. Sekitar 36.000 galon darah dipompa oleh jantung setiap hari
25. Sekitar 15 juta sel darah bisa hancur setiap detik
26. Jantung perempuan berdetak lebih cepat dari jantung laki-laki
27. Jantung berdebar lebih cepat bila seseorang berjalan cepat atau terlibat dalam argumen yang panas ketimbang pada saat melakukan hubungan seksual.
28. Telapak tangan dan kaki ternyata memiliki lebih banyak kelenjar keringat daripada bagian-bagian tubuh yang lainnya.
29. Ada sekitar 250.000 kelenjar keringat yang ditemukan pada sepasang kaki manusia
30. Setiap manusia pada saat konsepsi (pembuahan benih) menghabiskan sekitar setengah jam sebagai sel tunggal
31. Rata-rata perempuan mengucapkan 7.000 kata per hari, sedangkan laki-laki hanya 2.000 kata.
32. Golongan darah O adalah golongan darah yang paling umum di dunia
33. Manusia tidak merasa geli saat menggelitik tubuhnya sendiri.
34. Bayi manusia dilahirkan dengan 300 potong tulang, namun pada usia dewasa manusia hanya mempunyai 206 tulang di tubuhnya. Dari 206 tulang pada rata-rata tubuh orang dewasa, 54 terdapat di tangan dan 52 di kaki.
35. Sekitar 6 bulan sebelum bayi lahir, gigi sudah mulai tumbuh tapi belum muncul ke permukaan gusi.
36. Seorang bayi normal berusia 2 minggu bisa menghabiskan susu 400 gram hanya dalam 3 hari.
37. Sekitar 90% penderita penyakit lupus adalah perempuan
38. 80% dari semua orang yang tersambar petir adalah laki-laki.
39. Laki-laki dapat mengalami ereksi setiap satu setengah jam saat tidur
40. Orang lanjut usia lebih mudah terkena dehidrasi daripada orang muda, karena tubuh mereka kurang efektif dalam memberitahukan kapan mereka perlu minum.

Filosofi Matematika (Operasi Dalam Matematika)

Filosofi Matematika
Pernah nggak Anda berpikir…
1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?
2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya
PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?

Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH
1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
+ x + = +
2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya :
+ x – = –
– x + = –
3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
– x – = +
Pelajaran matematika ternyata sarat makna, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.

Hebatnya Bahasa Jawa

Hebatnya Bahasa Jawa
Ada seorang bule Australia datang ke pondok Pesantren dan bertanya kepada Kiai.
Bule : “Kenapa kiai kalau mengajar, Kitabnya masih menggunakan Bahasa Jawa? Di Zaman
Globalisasi ini kenapa tidak di tingkatkan dengan Bahasa Inggris?”

Kiai : “Karena kalau diajarkan dengan bahasa Inggris, tidak akan mampu menafsirkan kosakata
dalam Alqur'an maupun hadits, lha bahasa inggris itu sangat sederhana. Bahasa Jawa itu
adalah Bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks.”
Rupanya si bule tadi merasa tersinggung mendengar penjelasan sang kiai yang menggatakan bahasa Inggris tidak mampu menafsirkan, dan kalah dengan bahasa Jawa.
Bule : “Bagaimana anda bisa menggatakan bahasa Jawa itu bahasa yang sangat kaya dan sangat
kompleks, serta bisa menjadi bahasa penggetahuan? Padahal faktanya selama ini, bahasa
Inggrislah yang paling kompleks.”
Kiai : “Tidak! Bahasa Inggris itu memang sangat sangat sederhana, saya kasih contoh, coba anda
lihat! Itu yang berwarna kuning keemasan yang ada di sawah, orang Inggris
menyebutnya apa?”
Bule : “Rice.”
Kiai : “Orang disini menyebutnya pari atau pantun (padi). Padi itu kalau di panen namanya
gabah, sedangkan Inggrisnya menyebutkan rice, gabah itu kalau diambil satu biji,
namanya las tapi orang Inggris tetep menyebut rice. Gabah kalau sudah terkupas kulitnya,
dinamakan wos ( beras), orang Inggris tetep menyebut rice. Beras padi kalau patah dua
atau tiga, namanya menir orang Inggris tetap menyebutnya rice. Beras kalau sudah di
masak namanya sego atau sekul ( nasi), orang Inggris masih menyebutnya rice. Nasi kalau
satu butir namanya upo (upa), lagi-lagi orang Inggris menyebutnya rice. Nasi yang
dimasak sedikit lebih lama, bagian bawahnya dinamakan intip atau kerak, Inggris masih
menyebut rice. Nasi yang sudah kering namanya aking (karak), Inggris tetep nyebutnya
rice. Dari satu kosakata, penafsiran namanya bisa bermacam-macam sedangkan bahasa
Inggris tidak bisa menafsirkan tersebut. Apa bahasa jawa ini tidak lebih tinggi dan sangat-
sangat kompleks dibandingkan bahasa Inggris yang sangat sederhana tersebut.”
Bule : “Yes..yes..yes..”

Asal usul Kelapa Muda dinamakan Degan (dugan)

Asal usul Kelapa Muda dinamakan Degan (dugan)
Pada masa Inggris masuk ke tanah air atas nama kerajaan Inggris (jauh sebelum pasukan Gurkha masuk ke Indonesia tahun 1945 atas nama pasukan sekutu), yaitu sekira tahun 1800an, orang-orang Inggris sering keluar masuk kampung, baik untuk melakukan penelitian terhadap fauna maupun flora Indonesia. Nah, pada saat keluar masuk kampung dan hutan itulah, pasukan tentara Inggris yang diikuti oleh banyak kalangan pribumi menderita kehausan, karena matahari sedang bersinar terik waktu itu (anggaplah begitu :p). Singkat cerita, mereka (orang Inggris dan orang pribumi) menemukan buah kelapa muda yang berada jauuuuh di atas kepala mereka, orang Inggris memerintahkan penduduk pribumi untuk memanjat itu pohon, tapi susah, mengingat pohon ini tidak beranting dan tidak bercabang, hanya lempeng gitu aja. Karena tidak sabar menunggu, sang mister Inggris berteriak kepada ajudannya untuk mengambilkan senjata (dengan maksud akan menembak itu buah kelapa muda). Sambil berteriak, sang mister Inggris menunjuk-nunjuk buah kelapa muda itu dan tetap terus teriak kepada ajudannya. Tahukah kawan kira-kira apa yang diteriakkan oleh mister Inggris itu? "the gun - the gun" (baca de gan - de gan) sambil menunjuk ke arah buah kelapa muda. Nah, disinilah rupanya letak salah pengertiannya, masyarakat pribumi mengira, sang mister Inggris meminta kepada ajudannya untuk mengambilkan buah kelapa muda yang disebutnya dengan nama the gun, karena sang pribumi terlalu lama untuk mengambilnya. Sejak saat itu, orang pribumi menyebut kelapa muda dengan istilah Degan (the gun), akibat salah mengerti maksud sang tuan mister Inggris. Begitu saja, sampe saat ini kelapa muda di beberapa tempat di Jawa disebut dengan istilah Degan.
he... he...