Keberadaan kita hidup di dunia ini tidak sendiri. Semenjak pertama kali
kita diturunkan ke alam dunia lewat rahim ibu, Tuhan sudah menitahkan
adanya penjaga-penjaga yang senantiasa mendampingi kita hidup di alam
dunia. Dan sesuai dengan perintah Tuhan, para penjaga-penjaga itu dengan
setia senantiasa berada di sekeliling kita. Bagi orang Jawa, khususnya
orang yang memahami tentang Kejawen, adanya para penjaga tersebut
dikenal dengan sebutan “Sedulur Papat”. kesamaan antara ajaran Kejawen dan Islam tersebut yakni Kakang Kawah yang disebutkan
sebagai
pembuka jalan si jabang bayi, itu di Islam dianggap sama dengan Jibril
(Penyampai Wahyu). Malaikat Jibril lah yang Pembuka jalan bagi
keselamatan sang bayi hingga lahir ke dunia.
Sedangkan Adhi Ari-ari
yang disebut-sebut di dalam ajaran Kejawen, di dalam Islam dianggap sama
dengan Mikail (Pembagi Rezeki). Karena lewat Ari- Ari itulah si jabang
bayi dapat hidup dengan sari-sari makanan yang didapatkan dari seorang
ibu.
Sementara Getih (darah) , bagi orang Kejawen, pada pemahaman
orang Islam dianggap sama dengan keberadaan malaikat Izroil (pencabut
nyawa). Buktinya, jika tidak ada darahnya, apakah
manusia bisa hidup? Yang terakhir adalah Puser. Dalam Pemahaman masyarakat Kejawen, Puser adalah sambungan tali
udara
(napas) antara sang ibu dengan anaknya. Nah, pada pemahaman Islam,
Puser ini dianggap sama dengan Isrofil (Peniup Sangkakala). Meniup
sangkakala menjelang kiamat Qubro (kiamat Besar) adalah dengan napas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar