Rabu, 16 Maret 2016

JANGANLAH KAU JADI "GELAS"... JIKA ENGKAU MAMPU MENJADI "DANAU"

JANGANLAH KAU JADI "GELAS"... JIKA ENGKAU MAMPU MENJADI "DANAU"
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Seorang Guru ( Mursyid ) Mendatangi Seorang Murid nya Ketika Wajahnya Belakangan ini selalu Nampak Murung...
Kenapa Kamu Selalu Murung, Nak..? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini..??
Ke mana perginya wajah syukurmu?" Sang Guru bertanya.
"Maaf Guru, Belakangan ini Hidup Saya Penuh Masalah. Sulit Bagi Saya untuk Tersenyum...Masalah Datang Seperti tak ada Habis-habisnya" Jawab Sang Murid Muda.
Sang Guru Tersenyum Sambil Berkata : "Ambil Segelas Air dan 2 Genggam Garam...lalu Bawalah Kemari. Biar Kuperbaiki Suasana Hatimu itu".
Si Murid pun Beranjak Perlahan Tanpa Semangat.. Ia laksanakan Permintaan Gurunya itu, lalu Kembali Lagi Membawa Gelas dan Garam sebagaimana yang Diminta.
"Coba ambil Segenggam Garam, dan Masukkan Ke Segelas air itu. Setelah itu coba Kamu Minum Airnya Sedikit" kata Sang Guru.
Si Murid pun Melakukannya...Wajahnya Kini Meringis karena Meminum Air Garam yang Asin itu.
"Bagaimanakah Rasanya?" Tanya Sang Guru
"Asin, dan Perut saya Jadi Mual" jawab si Murid dengan Wajah yg Masih Meringis.
Sang Guru Tersenyum Melihat Wajah Murid nya yang Meringis Keasinan itu.
"Sekarang Kamu Ikut Aku". Sang Guru Membawa Murid nya ke Danau dekat Tempat Mereka. "Ambil Garam yang Tersisa, dan tebarkan ke Danau"
Si murid Menebarkan Segenggam Garam yang Tersisa ke Danau itu, Tanpa Bicara. Rasa Asin di mulutnya Belum hilang. Ia ingin meludahkan Rasa Asin dari Mulutnya, Tapi Tak dilakukannya. Rasanya Tak Sopan Meludah di hadapan Gurunya itu, Begitu Pikirnya.
"Sekarang, coba Kamu Minum Air Danau itu" kata Sang Guru Sambil Mencari Batu yang cukup Datar untuk didudukinya, Tepat di pinggir Danau itu.
Si Murid Menangkupkan Kedua Tangannya, lalu Mengambil Air Danau, dan Membawanya ke Mulutnya lalu Meneguknya. Ketika Air yang dingin dan Segar Mengalir di tenggorokannya, Sang Guru Bertanya Kepada-Nya, "Bagaimana Rasanya?"
"Segar, Segar Sekali" Kata Si Murid Sambil Mengelap Bibirnya dengan Punggung tangannya. Tentu Saja, Danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Sudah pasti, air danau ini juga Menghilangkan Rasa Asin yang tersisa di mulutnya.
"Masihkah Terasa Rasa Garam yang Kamu Tebarkan Tadi?" Tanya Sang Guru.
"Tidak Sama Sekali", Kata si Murid sambil Mengambil Air dan Meminumnya lagi. Sang Guru Hanya Tersenyum Memperhatikannya & Membiarkan muridnya itu meminum air Danau tersebut Sampai Puas.
Berkata Sang Guru Setelah Murid nya Selesai Minum, "Segala masalah dalam Hidup itu Seperti Segenggam Garam. Tidak Kurang, Tidak Lebih. Hanya Segenggam Garam..!!
Banyaknya Masalah dan Penderitaan yang Harus Kamu alami Sepanjang Kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah Sesuai untuk dirimu.
Jumlahnya Tetap, Segitu-segitu Saja, Tidak Berkurang & Tidak Bertambah. Setiap Manusia yang lahir ke Dunia ini pun Demikian...
Tidak ada Satu Pun Manusia, Walaupun dia Seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah". Si murid Hanya Terdiam, Mendengarkan.
"Tapi Rasa Asin dari Penderitaan yang dialami itu sangat Tergantung dari Besar nya Hati yang Menampungnya.
Jadi, Supaya Tidak Merasa Menderita, Berhentilah jadi gelas. Jadikan hati Dalam Dadamu itu Jadi Sebesar Danau"
Jadikanlah "HATI KITA SELUAS SAMUDERA" Yang Dapat Menampung Semua Masalah Baik Besar Maupun Kecil.. Sehingga Tidak Akan Terlihat dan terasa lagi Oleh Diri Kita Maupun Org Lain..
Semoga Bermanfaat..
Aamiin Allahumma aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar