JANGANLAH KAU JADI "GELAS"... JIKA ENGKAU MAMPU MENJADI "DANAU"
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Seorang Guru ( Mursyid ) Mendatangi Seorang Murid nya Ketika Wajahnya Belakangan ini selalu Nampak Murung...
Kenapa Kamu Selalu Murung, Nak..? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini..??
Ke mana perginya wajah syukurmu?" Sang Guru bertanya.
"Maaf Guru, Belakangan ini Hidup Saya Penuh Masalah. Sulit Bagi Saya
untuk Tersenyum...Masalah Datang Seperti tak ada Habis-habisnya" Jawab
Sang Murid Muda.
Sang Guru Tersenyum Sambil Berkata : "Ambil
Segelas Air dan 2 Genggam Garam...lalu Bawalah Kemari. Biar Kuperbaiki
Suasana Hatimu itu".
Si Murid pun Beranjak Perlahan Tanpa
Semangat.. Ia laksanakan Permintaan Gurunya itu, lalu Kembali Lagi
Membawa Gelas dan Garam sebagaimana yang Diminta.
"Coba ambil Segenggam Garam, dan Masukkan Ke Segelas air itu. Setelah itu coba Kamu Minum Airnya Sedikit" kata Sang Guru.
Si Murid pun Melakukannya...Wajahnya Kini Meringis karena Meminum Air Garam yang Asin itu.
"Bagaimanakah Rasanya?" Tanya Sang Guru
"Asin, dan Perut saya Jadi Mual" jawab si Murid dengan Wajah yg Masih Meringis.
Sang Guru Tersenyum Melihat Wajah Murid nya yang Meringis Keasinan itu.
"Sekarang Kamu Ikut Aku". Sang Guru Membawa Murid nya ke Danau dekat
Tempat Mereka. "Ambil Garam yang Tersisa, dan tebarkan ke Danau"
Si murid Menebarkan Segenggam Garam yang Tersisa ke Danau itu, Tanpa
Bicara. Rasa Asin di mulutnya Belum hilang. Ia ingin meludahkan Rasa
Asin dari Mulutnya, Tapi Tak dilakukannya. Rasanya Tak Sopan Meludah di
hadapan Gurunya itu, Begitu Pikirnya.
"Sekarang, coba Kamu Minum
Air Danau itu" kata Sang Guru Sambil Mencari Batu yang cukup Datar untuk
didudukinya, Tepat di pinggir Danau itu.
Si Murid Menangkupkan
Kedua Tangannya, lalu Mengambil Air Danau, dan Membawanya ke Mulutnya
lalu Meneguknya. Ketika Air yang dingin dan Segar Mengalir di
tenggorokannya, Sang Guru Bertanya Kepada-Nya, "Bagaimana Rasanya?"
"Segar, Segar Sekali" Kata Si Murid Sambil Mengelap Bibirnya dengan
Punggung tangannya. Tentu Saja, Danau ini berasal dari aliran sumber air
di atas sana dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Sudah
pasti, air danau ini juga Menghilangkan Rasa Asin yang tersisa di
mulutnya.
"Masihkah Terasa Rasa Garam yang Kamu Tebarkan Tadi?" Tanya Sang Guru.
"Tidak Sama Sekali", Kata si Murid sambil Mengambil Air dan Meminumnya
lagi. Sang Guru Hanya Tersenyum Memperhatikannya & Membiarkan
muridnya itu meminum air Danau tersebut Sampai Puas.
Berkata Sang
Guru Setelah Murid nya Selesai Minum, "Segala masalah dalam Hidup itu
Seperti Segenggam Garam. Tidak Kurang, Tidak Lebih. Hanya Segenggam
Garam..!!
Banyaknya Masalah dan Penderitaan yang Harus Kamu alami Sepanjang Kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah Sesuai untuk dirimu.
Jumlahnya Tetap, Segitu-segitu Saja, Tidak Berkurang & Tidak
Bertambah. Setiap Manusia yang lahir ke Dunia ini pun Demikian...
Tidak ada Satu Pun Manusia, Walaupun dia Seorang Nabi, yang bebas dari
penderitaan dan masalah". Si murid Hanya Terdiam, Mendengarkan.
"Tapi Rasa Asin dari Penderitaan yang dialami itu sangat Tergantung dari Besar nya Hati yang Menampungnya.
Jadi, Supaya Tidak Merasa Menderita, Berhentilah jadi gelas. Jadikan hati Dalam Dadamu itu Jadi Sebesar Danau"
Jadikanlah "HATI KITA SELUAS SAMUDERA" Yang Dapat Menampung Semua
Masalah Baik Besar Maupun Kecil.. Sehingga Tidak Akan Terlihat dan
terasa lagi Oleh Diri Kita Maupun Org Lain..
Semoga Bermanfaat..
Aamiin Allahumma aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar